February 14, 2013

Typo vs Alay

Hai. Udah. Lama. Enggak. Buka. Blog.
Aduh, mendadak alay setelah overdosis ngetawain Nayang yang diusilin Aan-Akwan-Gilbran tadi.

Jadi, bisa dilihat, dong, ya, judulnya. Ide awalnya adalah Pak Ajik yang typo di kelas Biologi tadi dan menginspirasi buat nulis post.

Sebenernya, typo itu apa sih?

Typo, singkatan dari Typographical Error adalah istilah yang dapat kita gunakan untuk mendefinisikan kesalahan penulisan atau salah tulis.
Typo menjadi penting untuk dihindari karena perbedaan satu kata dalam kalimat dapat merubah keseluruhan makna: perbedaan satu huruf dalam satu kata bisa membuat perbedaan makna .

Oke, jadi, gue juga udah nge-google, liat dimana-mana tentang typo dan nggak disangka nemuin ini.



Copyright to someone-I-don't-know-who
Nggak ada yang nyalahin ini, ya. Tapi, menurut gue bukan typo yang merupakan kejahatan terbesar dunia sastra. Tapi, alay. Iya, 4L4Y.
Lo bayangin aja deh, mending di sms temen lo yang typo misalnya, "Tadi lo abus dari mana?" atau, ",,tD lO aBs dR m4N4?" ?
Typo mending, lo masih bisa ngerti maksud dia apa. Tapi, coba bahasa alay yang angka semua gitu. No offense, tapi, apa semua orang bisa ngerti 'bahasa isyarat' itu? Apa 'bahasa angka' itu juga dipake saat sms orang tua?
Gue sadar, gue emang pernah alay dan gue benci harus menjadi alay dulu. Tapi, apakah 'alay' harus dibudidayakan?

Adek gue sekarang lagi dalam masa alay total dan dia tiap hari nyimpen autotext alay di BlackBerry-nya dan tiap malem gue ambil hapenya lalu gue hapusin semua atutext alay-nya. Diulang lagi selama berhari-hari. Dan kenapa dia nggak sadar autotext-nya hilang semua?
 Suatu hari, temen-temen adek gue main ke rumah. Kamar gue juga diobrak-abrik waktu dia minjem laptop gue buat bikin tugas sekolah. Padahal laptop gue di atas meja belajar, sedangkan yang diobrak-abrik segalanya. Sial.
Nah, empat dari lima temennya itu akhirnya pulang. Gue dengan tenang liat TV di ruang keluarga tanpa mendengar ketawa-ketiwi anak kelas 4 SD yang ngomongin entah-itu-apa-gue-lupa. Gue denger mereka jadi bisik-bisik sekarang, adek gue sama satu temennya. Tiba-tiba, waktu Glee udah selesai dan gue berniat makan, temen adek gue bilang,"EH, YA AMPUN, SAL, INI BUKUNYA KAN DIPAKE BUAT BESOK!?" dan adek gue nggak kalah shock-nya jawab,"EH, IYA, ADUH TAK TELPON DULU YA!"

Aduh.

Gue pun segera pergi ke Mama yang lagi di kamarnya ngurusin kerjaan. Langsung gue bilang,"Ma, Salma kenapa jadi alay gitu? Temen-temennya juga semua."
Mama gue dengan dramatisnya bilang,"Biarkan mereka, mereka sedang ada dalam masa labil!"
Jelas ada yang salah sama keluarga gue. Adek gue mendadak alay, Mama gue menjadi dramatis. Beruntung Papa masih normal. Ya, menurut gue Papa yang kejar-kejaran sama adek gue yang udah gede itu normal.

Dan, gue nggak pernah buka Facebook lagi. Terakhir gue buka, newsfeed gue isinya status alay kalo nggak online shop yang ngetag ribuan orang, men. Gue kapok setelah itu.

Sambil nulis ini, gue juga nge-google berbagai macam typo dan alay. Check it out, guys.

Lo bayangin, mana ada alay yang lucu?


Translator alay. As-ta-ga.


Dari Google. Dan fyi, gue nggak ngefollow.







Jadi, pada intinya, gue cuma mau bilang,"Typo jauh lebih mending dibanding alay,"
Dan mungkin mulai sekarang, gue akan lebih sering mem-post jenis 'prosa' seperti ini karena gue nggak mau disnagka anak galau, isi blognya nggalau. Nggak, gue nggakmau.

See ya later.




 

2 comments: