Move on.
Apa yang ada di pikiranmu sekarang jika kau mendengar atau membaca kata-kata 'move on'?
Gebetan lama? Mantan? Atau apa?
Tapi, menurut persepsi seorang Trinzi, move on itu bukan sekedar itu.
Move on itu...
...melakukan kesalahan lalau berusaha memperbaikinya...
...jatuh berantakan lantas merangkak pelan-pelan untuk kembali berdiri...
...menyembuhkan diri...
...berani melakukan sesuatu yang beresiko supaya nggak stuck di keadaan yang itu-itu aja...
...mau berubah...
...berhenti membandingkan diri dengan orang lain karena cuma bikin hati enggak tenang...
...enggak mau lagi melakukan sesuatu yang enggak nyaman meskipun semua teman 'memaksa' kita...
...live your dream...
dari kolom Hi Girls, Kawanku Magazine, edisi 133-2012.
Dan aku sepenuhnya setuju.
Move on bukan tentang bagaimana kau menghilangkan memori dalam otakmu tentang seseorang yang pernah menjadi 'spesial' dan kau berusaha buat pergi meninggalkan itu semua. Move on adalah tentang gimana caramu mengembangkan dirimu menjadi lebih baik, meninggalkan apa yang tidak patut kau dapatkan, dan berlari menuju titik terang harapan. Sebagaimana kehidupan yang berjalan, dan waktu berlari, harusnya kau mengejarnya. Harusnya kau berlari jauh melebihi kecepatan waktu, seintens cahaya bergerak. Harusnya kau sadar, bahwa Tuhan tidak membiarkan mendapatkan apa yang tidak pantas kamu miliki. Tuhan selalu mengerti apa yang terbaik untuk kau miliki, namun sebelum meraihnya, Tuhan ingin kau mencoba. Meskipun Dia harus melihatmu gagal dulu, setidaknya Dia tahu bahwa kau sudah mencoba mengerahkan kemampuanmu.
Terlepas dari apa itu arti move on, yang tergantung dari sudut mana kau melihatnya, apa kau pernah mencoba melakukannya?
Lebih dari 80% orang menjawab,"Pernah."
Orang-orang berpikir bahwa hal ini adalah tentang meninggalkan, tapi inti sebenarnya adalah memperbaiki keadaan. Orang-orang mulai salah kaprah ketika generasi muda malah menggunakan istilah move on untuk masalah gebetan-mantan-blablabla. Tidak salah, namun, move on memiliki banyak arti yang bahkan jauh lebih dalam daripada itu.
"Move on itu tergantung orang dan niatnya,"
Dan kalo aku bilang, itu bener banget. Semua hal itu butuh niat untuk mewujudkannya, sesimpel, sekecil, seremeh apapun itu.
"Move on udah jadi bagian hidup yang pasti dijalani kayak sebuah fase."
Sekali lagi, bener. Kehidupan itu melewati banyak fase, fisik maupun psikis. Dan dalam hal psikis, ada banyak fase yang harus dijalani untuk mendapatkan apa yang ingin dia dapatkan atas hasil kerja kerasnya. Tiap fase pasti memiliki naik-turun yang berbeda, dan fase-fase yang memiliki masalah maupun hambatan terbesar untuk dilalui adalah saat beranjak dewasa, menjadi remaja. Karena, remaja adalah tentang arti kehidupan, menjadi dewasa namun juga menikmati masa muda. Live while we're young, gals.
"Move on itu lawan kata dari move off." Ini kata Erni.
Er, sebenernya aku nggak dong move off itu gimana._.
"Move on itu tidak harus berpindah haluan ke hati yang lain. Yang penting rasa ke orang yang kita sayang itu hilang. Bukan masalah melupakan seutuhnya, tapi mencoba mengikhlaskan sesuatu yang bukan milik kita." -Diza.
Deep? Oke, ini maslah sayang-sayangan. Aku udah bilang, mencoba mengikhlaskan sesuatu yang bukan milik kita, karena Tuhan akan memberikan yang jauh lebih baik jika kita mencoba, 'kan? Diza bener, nih.
Setiap orang memiliki jalan pikiran, sudut pandang, sisi, persepsi mereka sendiri. Jadi, jangan salahkan aku tentang segala blablabla tentang move on ini, karena tiap orang punya pendapatnya sendiri.
Kalo menurutmu, move on itu apa?
Apa yang ada di pikiranmu sekarang jika kau mendengar atau membaca kata-kata 'move on'?
Gebetan lama? Mantan? Atau apa?
Tapi, menurut persepsi seorang Trinzi, move on itu bukan sekedar itu.
Move on itu...
...melakukan kesalahan lalau berusaha memperbaikinya...
...jatuh berantakan lantas merangkak pelan-pelan untuk kembali berdiri...
...menyembuhkan diri...
...berani melakukan sesuatu yang beresiko supaya nggak stuck di keadaan yang itu-itu aja...
...mau berubah...
...berhenti membandingkan diri dengan orang lain karena cuma bikin hati enggak tenang...
...enggak mau lagi melakukan sesuatu yang enggak nyaman meskipun semua teman 'memaksa' kita...
...live your dream...
dari kolom Hi Girls, Kawanku Magazine, edisi 133-2012.
Dan aku sepenuhnya setuju.
Move on bukan tentang bagaimana kau menghilangkan memori dalam otakmu tentang seseorang yang pernah menjadi 'spesial' dan kau berusaha buat pergi meninggalkan itu semua. Move on adalah tentang gimana caramu mengembangkan dirimu menjadi lebih baik, meninggalkan apa yang tidak patut kau dapatkan, dan berlari menuju titik terang harapan. Sebagaimana kehidupan yang berjalan, dan waktu berlari, harusnya kau mengejarnya. Harusnya kau berlari jauh melebihi kecepatan waktu, seintens cahaya bergerak. Harusnya kau sadar, bahwa Tuhan tidak membiarkan mendapatkan apa yang tidak pantas kamu miliki. Tuhan selalu mengerti apa yang terbaik untuk kau miliki, namun sebelum meraihnya, Tuhan ingin kau mencoba. Meskipun Dia harus melihatmu gagal dulu, setidaknya Dia tahu bahwa kau sudah mencoba mengerahkan kemampuanmu.
Terlepas dari apa itu arti move on, yang tergantung dari sudut mana kau melihatnya, apa kau pernah mencoba melakukannya?
Lebih dari 80% orang menjawab,"Pernah."
Orang-orang berpikir bahwa hal ini adalah tentang meninggalkan, tapi inti sebenarnya adalah memperbaiki keadaan. Orang-orang mulai salah kaprah ketika generasi muda malah menggunakan istilah move on untuk masalah gebetan-mantan-blablabla. Tidak salah, namun, move on memiliki banyak arti yang bahkan jauh lebih dalam daripada itu.
"Move on itu tergantung orang dan niatnya,"
Dan kalo aku bilang, itu bener banget. Semua hal itu butuh niat untuk mewujudkannya, sesimpel, sekecil, seremeh apapun itu.
"Move on udah jadi bagian hidup yang pasti dijalani kayak sebuah fase."
Sekali lagi, bener. Kehidupan itu melewati banyak fase, fisik maupun psikis. Dan dalam hal psikis, ada banyak fase yang harus dijalani untuk mendapatkan apa yang ingin dia dapatkan atas hasil kerja kerasnya. Tiap fase pasti memiliki naik-turun yang berbeda, dan fase-fase yang memiliki masalah maupun hambatan terbesar untuk dilalui adalah saat beranjak dewasa, menjadi remaja. Karena, remaja adalah tentang arti kehidupan, menjadi dewasa namun juga menikmati masa muda. Live while we're young, gals.
"Move on itu lawan kata dari move off." Ini kata Erni.
Er, sebenernya aku nggak dong move off itu gimana._.
"Move on itu tidak harus berpindah haluan ke hati yang lain. Yang penting rasa ke orang yang kita sayang itu hilang. Bukan masalah melupakan seutuhnya, tapi mencoba mengikhlaskan sesuatu yang bukan milik kita." -Diza.
Deep? Oke, ini maslah sayang-sayangan. Aku udah bilang, mencoba mengikhlaskan sesuatu yang bukan milik kita, karena Tuhan akan memberikan yang jauh lebih baik jika kita mencoba, 'kan? Diza bener, nih.
Setiap orang memiliki jalan pikiran, sudut pandang, sisi, persepsi mereka sendiri. Jadi, jangan salahkan aku tentang segala blablabla tentang move on ini, karena tiap orang punya pendapatnya sendiri.
Kalo menurutmu, move on itu apa?
No comments:
Post a Comment