February 07, 2012

Giving up ? Not you, right ?

“Giving up is never be you, right?”
Aku sering bilang kalo perubahan sifat, kebiasaan, dan bahkan kepribadian seorang remaja karena sedang dalam masa labil . Itu emang bener, ‘kan?
Masa labil adalah fase dimana kita belajar untuk berpendirian satu dan nggak plin-plan. Aku nyadar, sih, aku sendiri kadang masih plin-plan. Tapi, itu semua ada alasannya. Semua hal pasti ada alasan kenapa terjadi. Dalam fase ini, kita dituntut untuk mengambil keputusan dengan tegas dan menerima resiko terhadap apa yang udah kita lakukan. Kita harus belajar untuk bertanggung jawab dan mempertimbangkan keputusan.
Masa labil tu susah. Karena kita jadi terlalu labil dan jadi semacam plin-plan gitu, deh. Dan kalo kita nggak bener-bener ngejaga diri dari ke-labil-an, kita bisa mengalami ‘hal buruk’ atau ‘hal yang lebih buruk’. Kayak misalnya jadi gampang nyerah, nggak konsekuensi, sering bingung, cepet panik, putus asa, malas membenahi diri, terlalu plin-plan, atau bahkan selalu ngikut keputusan orang lain. Kapan kita bakal bisa punya pendirian dan semangat kalo kayak gitu terus ?
Introspeksi itu butuh. Tapi, kalo berlebihan tu jangan. Ya, kita emang butuh introspeksi, tapi, nggak semua hal kita lakuin salah, ‘kan? Nggak semuanya. Pasti adalah yang kita lakuin dengan bener. Kalo menurut kita, kemampuan kita udah nggak jelek, ditingkatkan. Jangan instrospeksi mulu. Kita remaja, remaja itu perlu mengembangkan diri. Maksudnya mengembangkan diri dalam hal yang baik. Dalam hal yang bisa membuat masa depan kita lebih cerah.
Kembali ke kutipan awal, oke. Remaja itu mengalami beberapa fase. Dan kalo kita putus asa dan gampang nyerah setiap kita harusnya mengembangkan diri, kapan kita berkembang?
Remaja adalah generasi penerus. Kita adalah generasi penerus bangsa yang harusnya bisa ngebuat orang yang mengenal kita dan Negara kita sendiri bangga sama kita. Mungkin, nggak gampang. Mungkin susah buat kita ‘berjuang’ dalam hal kayak semacam kompetisi. Tapi, semakin banyak kita mencoba, bukankah itu semakin baik? Bukannya pengalaman kita semakin banyak dan kemampuan kita semakin berkembang? Dan bukankah kita memiliki pergaulan yang luas?
Pada akhirnya, satu kutipan aku bicarain, akhirnya juga aku nggak akan ‘mblandang’ kemana-mana toh?
Jadi, nggakada remaja yang nggak labil. Asal kita belajar dari kesalahan dan memperbaiki sifat dan meningkatkan kemampuan pengembangan diri, jangan menyerah! Kita nggak boleh berhenti di tengah jalan. Kita harus menyelesaikan.
“Giving up ? Not you, right? Will you be better if you stay in that position? You must go higher and take greatest choice. You must climb to the best . You still have a long way. You’'re walking, teenagers. We’re walking and walking until we find the time we must be older and older. Just keep smiling. Forget all problems and traps. Believe your heart to direct you in this travel of teenage life.”
Seeyaps <3

No comments:

Post a Comment