Hai~
Kali ini dapet ide hasil pemikiran sendiri, nih :-P
Oke, jadi, ini tentang semacam meniru atau apalah namanya. Banyak remaja, pengen jadi kayak orang lain karena beberapa faktor. Ada yang pengen jadi kayak idolanya atau bahkan orang-orang terdekatnya. Sebenernya, dalam hidup, waktu kecil kita memang melalui fase 'meniru'. Tapi, nggak kita bawa sampe dewasa juga, 'kan?
Meniru sesekali, dalam hal baik, itu wajar. Tapi, kalau kita meniru segala hal dari seseorang, itu bahaya banget. Aku malah nyaman, tuh, jadi diri sendiri. Karena, ya, aku tu aku. Aku bukan dia atau kamu. Aku, ya, aku. Kadang-kadang emang, sih, ada sedikit ambisi kayak, 'Aku pengen jadi kayak dia.' atau semacam kayak gituan. Tapi, aku selalu nyadar aku punya segi pandang yang berbeda dalam beberapa hal dengan orang lain. Segi pandangku tentu nggak akan sama dengan kamu. Soalnya, setiap orang itu pasti berbeda.
Kalo misalnya kamu masih meniru orang lain sekarang, coba deh dikurangin. Belajar jadi diri sendiri itu bagus. Jangan merasa kita adalah diri kita sendiri kalo kita nggaknyaman ngelakuin segala hal. Apalagi, sampe kita menderita cuma demi dianggap teladan. Teladan apanya, kalo kita cuma ngasih senyum palsu dan yang sebenernya kita sama sekali nggak nyaman?
Percaya apa enggak, aku pun masih nyari jati diri. Aku masih butuh perkembangan karena aku emang nggak sempurna. Aku juga butuh introspeksi, dan sekali pun seseorang memuji aku, aku nggakmau dianggap udah baik. Aku pengen terus berkembang, karena, perkembangan remaja itu 'kan nggak ada batasnya.
Jadi, intinya, jangan niru orang lain kalo kamu nggaknyaman. Jadi diri sendiri, siapapun kamu. Karena jadi diri sendiri adalah posisi ternyaman dibanding meniru orang lain.
Seeyaps <3
No comments:
Post a Comment