Berhubung gue pengen nge-post dan nggaktau mau post apa awalnya, daripada jadi random post yang super nggak jelas kayak kemaren, gue akirnya mencari topik yang sepertinya indah buat di-post. Terus inget, kalo hari penting terakhir adalah 17 Agustus. Indah. Terus gue inget kalo gue bahkan nggak ngucapin selamat dirgahayu ke Indonesia kemarin. Ah, nggakpapa, anti-mainstream kok.
Ngomongin Indonesia, pasti nggak sedikit dari kita langsung mikir bad side-nya. Padahal, banyak hal bagus yang ada di Indonesia yang bahkan mungkin yang gue tau cuma seperempatnya aja. Walaupun gitu, sebenernya gue juga mikir langsung ke orang-orang Indonesia dan kekurangannya. Orang Indonesia zaman sekarang mana ada yang nasionalisme kayak Bung Karno? Nggak akan ada, deh. Orang zaman sekarang mah kerjaannya galau, semua-semua digalauin, semua-semua jadi bad mood. Orang zaman sekarang, apalagi remajanya, dikit yang punya rasa nasionalisme tinggi. Gue mengakui, nasionalisme gue nggak tinggi, tapi gue respek sama negara gue sendiri.
Jadi, gue abis menghabiskan lima jam bebas les gue dengan
ngusir serangga-nggak-tau-apa-namanya-itu keluar dari kamar nonton video di channelnya
Andovi da Lopez yang astaga gilanya. Di semua video yang udah gue tonton, dia lebih banyak ngomong bahasa Inggris daripada Indonesia. Gue cek comments di bawahnya, gue syok. Lantas gempa bumi dan post gue belom ke post.
Eh, jangan, naudzubillah.
Di salah satu video gue liat comment yang intinya sih protes kenapa cinta Indonesia sedangkan dari awal sampe akhir video lebih banyak bahasa Inggris-nya. Kenapa, sih, kalo kita ngomong bahasa Inggris kita dikira nggak bangga sama Indonesia? Kenapa, sih, kalo kita suka sama budaya suatu negara dibilang kita nggak bangga budaya kita sendiri? Kenapa, sih, orang Indonesia kebanyakan judgmental terus kalo dilawan balik mah tambah nyolot? Gue tau jawaban pertanyaan terakhir. Orang itu pasti minta ditabok atau rumahnya dibakar pake petasan kadaluwarsa.
Lo mau Indonesia maju sedangkan lo nggak ngebolehin kita belajar bahasa asing? Oke, bahasa Inggris penting karena bahasa internasional dan yah, nggak salah dong kalo ada orang yang pengen kerja di negara lain yang lebih maju. Karena majuin rakyat Indonesia itu kayak ngelupasin pelupas kabel tembaga. Astaga susahnya sampe tangan mbeset-mbeset. Duh, alay.
Nasionalisme itu bukan tentang kita ngomong nggak boleh pake bahasa Inggris.
Then what if I'm now speaking English? Are you gonna judge me?
Nasionalisme itu bukan tentang nggak boleh belajar budaya yang lain.
What? We can't learn new things from other countries?
Nasionalisme itu bukan tentang tinggal di Indonesia dan menetap disini aja.
One of my dream is living in America. But my homeland would always be here, okay?
Nasionalisme nggak kayak gitu.
Dari WIkipedia, nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan
kedaulatan sebuah
negara (dalam
bahasa Inggris:
nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok
manusia.
Yah, copy langsung. Biar, biar. BIARIN.
Menurut gue sih, nasionalisme itu bersatu dan bertahan. Nasionalisme itu cinta negara, dan respek sama budayanya. Bukan berarti kita harus menutup diri dari globalisasi, kan?
Menurut lo, nasionalisme itu apa?
Apa yang nunjukkin nasionalisme kita?
-
P.S. Gonna post something really stupid in the Saturday night. Don't eat and drink while you're reading that.